Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Berurusan dengan anak-anak keras kepala adalah tantangan bagi orang tua karena membuat mereka melakukan pekerjaan dasar seperti mandi, makan atau tidur adalah pertempuran sehari-hari. Orangtua secara tidak sengaja mendorong perilaku yang gigih pada anak-anak, dengan menyerah pada tantrum mereka. Cara terbaik untuk menghadapi anak yang keras kepala adalah menunjukkan kepadanya bahwa perilakunya tidak berfungsi. Perhatikan tingkah lakunya yang baik untuk hasil yang diinginkan. Beberapa cara dibawah ini  bisa untuk mendidik anak yang keras kepala. Simak penjelasannya di bawah ini.

Dengarkan pendapat anak, jangan mencoba untuk mendebatnya

Komunikasi adalah jalan dua arah. Jika Anda ingin anak keras kepala Anda mendengarkan Anda, Anda harus bersedia mendengarkannya terlebih dahulu. Anak-anak yang berkemauan keras mungkin memiliki pendapat yang kuat dan cenderung untuk berdebat.

Mereka mungkin menjadi menentang jika mereka merasa bahwa mereka tidak didengar. Sering kali, ketika anak Anda bersikeras melakukan atau tidak melakukan sesuatu, mendengarkannya dan melakukan percakapan terbuka tentang apa yang mengganggu mereka dapat melakukan trik. Jadi bagaimana Anda mengajari seorang anak keras kepala berusia lima tahun untuk mendengarkan Anda? Anda mendekati dia atau ke samping, dengan cara yang tenang dan praktis dan tidak langsung.

Ciptakan komunikasi yang baik, dan jangan memaksa mereka

Ketika Anda memaksa anak-anak menjadi sesuatu, mereka cenderung memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Istilah yang paling tepat mendefinisikan perilaku ini adalah pertentangan, yang merupakan ciri umum dari anak-anak yang keras kepala. Hal ini bersifat naluriah dan tidak terbatas hanya untuk anak-anak. Terhubung dengan anak-anak Anda.

Misalnya, memaksa anak Anda yang berusia enam tahun, yang bersikeras menonton TV melewati waktu tidurnya, tidak akan membantu. Sebaliknya, duduk dengannya dan tunjukkan minat pada apa yang dia tonton. Ketika Anda menunjukkan kepedulian Anda, dia cenderung merespons. Anak-anak yang terhubung dengan orang tua atau pengasuh mereka ingin bekerja sama. Membangun hubungan yang tak tergoyahkan dengan anak-anak yang menentang membuatnya lebih mudah untuk berurusan dengan mereka.

Memberikan sebuah pilihan

Anak-anak memiliki pikiran mereka sendiri dan tidak selalu suka diberi tahu apa yang harus dilakukan. Beri tahu anak Anda yang keras kepala empat tahun bahwa dia harus berada di tempat tidur pada jam 9 malam, dan yang akan Anda dapatkan darinya adalah suara keras “Tidak!”. Beritahu anak laki-laki keras kepala Anda yang berusia lima tahun untuk membeli mainan yang Anda pilih dan dia TIDAK akan menginginkannya. Berikan anak-anak Anda pilihan dan bukan arahan. Alih-alih menyuruhnya pergi tidur, tanyakan apakah dia ingin membaca cerita pengantar tidur A atau B.

Anak Anda bisa terus bersikap menantang dan berkata, “Saya tidak akan tidur!”. Ketika itu terjadi, tetaplah tenang dan katakan padanya secara blak-blakan, “yah, itu bukan salah satu pilihan”. Anda dapat mengulangi hal yang sama sebanyak yang diperlukan, dan setenang mungkin. Ketika Anda terdengar seperti rekaman rusak, anak Anda cenderung menyerah.

Yang mengatakan, terlalu banyak pilihan tidak bagus juga. Misalnya, meminta anak Anda untuk memilih satu pakaian dari lemari pakaiannya bisa membuatnya bingung. Anda dapat menghindari masalah ini dengan meminimalkan pilihan untuk dua atau tiga pakaian yang Anda pilih, dan meminta anak Anda yang keras kepala untuk memilih dari mereka.

Itulah beberapa cara untuk bisa mendidik anak yang keras kepala. Anda bisa mengaplikasikan informasi di atas apabila anak anda keras kepala dan tidak mau menuruti keinginan anda. Semoga bermanfaat!

 

Leave a Reply