Apa Saja Faktor Penyebab Autisme Pada Anak?

Mengetahui setiap tumbuh kembang anak merupakan sebuah kewajiban bagi orangtua. Setiap perkembangan dan pertumbuhan yang didapatkan perlu diketahui secara jelas oleh orangtua. Apabila orangtua tidak memperhatikan setiap tumbuh kembang yang didapatkan oleh anak maka bisa saja anak mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya seperti contohnya gejala autisme. Sudahkah anda mengetahui apa sebenarnya autisme itu?   Autisme merupakan salah satu gangguan kemampuan sosial yang dimana penderitanya memiliki gangguan berinteraksi dengan orang lain dan berbeda pada interaksi orang lain pada umumnya. Autisme merupakan salah satu kelainan pada sosialisasi, komunikasi dan juga perilaku. Untuk dapat memastikan autisme tidak mudah karena tidak ada pemeriksaan yang dapat membantu seperti tes darah untuk mempastikan apakah benar mengalami autisme. Untuk dapat memastikan autisme dapat berdasarkan observasi terhadap perilaku dan tumbuh kembang yang dialami oleh anak tersebut.

Autisme dapat diketahui sendiri sejak anak berusia 18 bulan atau bisa juga pada usia lebih awal. Namun berdasarkan penelitian dari para ahli pada umur 2 tahunlah baru dapat memastikan apakah anak tersebut benar mengalami gangguan autisme atau tidak. Namun hal yang sangat disayangkan adalah anak yang benar menderita gangguan autisme baru diketahui dan dipastikan setelah berusia lebih dewasa daripada gejala yang dialami.

Apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami gangguan autisme?

Faktor genetik

Telah ditemukan bukti yang menyatakan perubahan dalam gen bisa juga mempengaruhi dapat terjadinya autisme. Gen autisme juga dapat bervariasi pada setiap orang. Karena variasi tersebut menjadi sulit untuk menyimpulkan gen autis seseorang sama dengan yang lain. Autisme mungkin diturunkan tapi tidak pada keturunan karena adanya mutasi yang  menyebabkan autisme tidak tampak pada gen keturunan. Walaupun faktor genetika banyak menjadi dan  menyebabkan adanya autisme tetapi hal tersebut tidak bisa menjelaskan semuanya.

Faktor kondisi sebelum lahir

Faktor penyebab terjadinya autisme bisa juga dari kondisi sebelumlahir, dimana kondisi ini kondisi yang dapat berpengaruh seperti kondisi orangtua yang memiliki usia terlalu tua untuk hamil dan melahirkan, kemudian sering terjadinya pendarahan bagi ibu, serta penggunaan obat oleh ibu selama masa kehamilan. Hal-hal tersebut juga bisa menjadi faktor terjadinya gangguan autisme pada anak.

Faktor proses infeksi

Infeksi bukan hanya bsa terjadi ketika bayi sudah dilahirkan, namun ketika bayi belum dilahirkan bisa menjadikan autisme dari non genetika. Adanya infeksi virus seperti rubella atau cytomegalovirus sebelum kelahiran dapat mengaktifkan sistem imun yang ada di tubuh ibu dan bisa meningkatkan risiko terkena autisme. Infeksi yang berhubungan dengan kekebalan tubuh pada awal kehamilan bisa berdampak pada perkembangan neural daripaa infeksi di akhir kehamilan, tidak hanya untuk autisme saja tetapi juga pada gangguan psikiateristik.

Bagaimana cara mengatasi anak autisme?

Anak yang terkena gangguan autisme memang sulit untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungan mereka. Salah satu cara untuk dapat mengatasi anak yang terkena gangguan autisme adalah dengan melakukan terapi. Mulai dari terapi perilaku, terapi komunikasi, terapi obat, atau bisa juga dengan terapi dengan pengobatan alternatif. Untuk melakukan terapi perilaku dan komunikasi bisa  berupa mendorong perilaku positif dan melarang dengan perilaku negatif dengan cara memberikan penghargaan ketika melakukan perilaku positif dan memberikan hukuman untuk perilaku negatif. Untuk terapi obat diberikan lebih kepada memberikan obat untuk mengendalikan gejala-gejala autisme yang dapat berakibat negatif. Sedangkan untuk terapi pengobatan alternatif ini sebenarnya tidak disarankan oleh dokter, namun kepercayaan orangtua yang ingin anaknya sembuh akan menggunakan cara ini.

 

Leave a Reply