Mama Dinny

Berurusan dengan anak-anak keras kepala adalah tantangan bagi orang tua karena membuat mereka melakukan pekerjaan dasar seperti mandi, makan atau tidur adalah pertempuran sehari-hari. Orangtua secara tidak sengaja mendorong perilaku yang gigih pada anak-anak, dengan menyerah pada tantrum mereka. Cara terbaik untuk menghadapi anak yang keras kepala adalah menunjukkan kepadanya bahwa perilakunya tidak berfungsi. Perhatikan tingkah lakunya yang baik untuk hasil yang diinginkan. Beberapa cara dibawah ini  bisa untuk mendidik anak yang keras kepala. Simak penjelasannya di bawah ini.

Dengarkan pendapat anak, jangan mencoba untuk mendebatnya

Komunikasi adalah jalan dua arah. Jika Anda ingin anak keras kepala Anda mendengarkan Anda, Anda harus bersedia mendengarkannya terlebih dahulu. Anak-anak yang berkemauan keras mungkin memiliki pendapat yang kuat dan cenderung untuk berdebat.

Mereka mungkin menjadi menentang jika mereka merasa bahwa mereka tidak didengar. Sering kali, ketika anak Anda bersikeras melakukan atau tidak melakukan sesuatu, mendengarkannya dan melakukan percakapan terbuka tentang apa yang mengganggu mereka dapat melakukan trik. Jadi bagaimana Anda mengajari seorang anak keras kepala berusia lima tahun untuk mendengarkan Anda? Anda mendekati dia atau ke samping, dengan cara yang tenang dan praktis dan tidak langsung.

Ciptakan komunikasi yang baik, dan jangan memaksa mereka

Ketika Anda memaksa anak-anak menjadi sesuatu, mereka cenderung memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Istilah yang paling tepat mendefinisikan perilaku ini adalah pertentangan, yang merupakan ciri umum dari anak-anak yang keras kepala. Hal ini bersifat naluriah dan tidak terbatas hanya untuk anak-anak. Terhubung dengan anak-anak Anda.

Misalnya, memaksa anak Anda yang berusia enam tahun, yang bersikeras menonton TV melewati waktu tidurnya, tidak akan membantu. Sebaliknya, duduk dengannya dan tunjukkan minat pada apa yang dia tonton. Ketika Anda menunjukkan kepedulian Anda, dia cenderung merespons. Anak-anak yang terhubung dengan orang tua atau pengasuh mereka ingin bekerja sama. Membangun hubungan yang tak tergoyahkan dengan anak-anak yang menentang membuatnya lebih mudah untuk berurusan dengan mereka.

Memberikan sebuah pilihan

Anak-anak memiliki pikiran mereka sendiri dan tidak selalu suka diberi tahu apa yang harus dilakukan. Beri tahu anak Anda yang keras kepala empat tahun bahwa dia harus berada di tempat tidur pada jam 9 malam, dan yang akan Anda dapatkan darinya adalah suara keras “Tidak!”. Beritahu anak laki-laki keras kepala Anda yang berusia lima tahun untuk membeli mainan yang Anda pilih dan dia TIDAK akan menginginkannya. Berikan anak-anak Anda pilihan dan bukan arahan. Alih-alih menyuruhnya pergi tidur, tanyakan apakah dia ingin membaca cerita pengantar tidur A atau B.

Anak Anda bisa terus bersikap menantang dan berkata, “Saya tidak akan tidur!”. Ketika itu terjadi, tetaplah tenang dan katakan padanya secara blak-blakan, “yah, itu bukan salah satu pilihan”. Anda dapat mengulangi hal yang sama sebanyak yang diperlukan, dan setenang mungkin. Ketika Anda terdengar seperti rekaman rusak, anak Anda cenderung menyerah.

Yang mengatakan, terlalu banyak pilihan tidak bagus juga. Misalnya, meminta anak Anda untuk memilih satu pakaian dari lemari pakaiannya bisa membuatnya bingung. Anda dapat menghindari masalah ini dengan meminimalkan pilihan untuk dua atau tiga pakaian yang Anda pilih, dan meminta anak Anda yang keras kepala untuk memilih dari mereka.

Itulah beberapa cara untuk bisa mendidik anak yang keras kepala. Anda bisa mengaplikasikan informasi di atas apabila anak anda keras kepala dan tidak mau menuruti keinginan anda. Semoga bermanfaat!

 

Sekolah merupakan salah satu tempat pembelajaran yang wajib bagi anak. Baik anak yang masih berusia dini maupun yang sudah dewasa. Karena dengan bersekolah mereka dapat mengetahui berbagai macam informasi dan ilmu yang dapat mereka gunakan ketika dewasa. Ilmu yang diberikan bisa berguna dan bermanfaat kelak dan oleh karena itu mereka harus mendapatkan pendidikan yang baik dan maksimum untuk dapat menjadi orang yang sukkses. Selain di sekolah orangtua juga perlu mendukung untuk mendidik anak mereka agar pendidikan yang didapatkan luas dan bermanfaat. Bagaimana cara mendidik anak usia dini selain di sekolah? Simak penjelasannya berikut ini.

Kenalkan anak anda pada perpustakaan umum

Perpustakaan adalah sumber daya tak ternilai yang menyediakan akses publik dengan gratis. Maka anda akan menemukan berbagai koleksi buku dan arsip yang terkurasi dengan baik. Perpustakaan adalah pusat informasi untuk sejumlah topik menarik yang mengejutkan. Semua hanya menunggu untuk dikumpulkan dan dibagikan dengan anak Anda. Anda bisa mengajari mereka untuk gemar membaca dan mendapatkan banyak pengetahuan ketika ada di perpustakaan umum.

Memiliki waktu luang bersama anak? Ajaklah mereka untuk mengeksplor dunia luar

Ketika Anda memiliki waktu luang bersama anak, anda bisa melakukan bepergian dengan anak-anak. Apakah itu perjalanan harian atau liburan selama seminggu  atau hanya beberapa hari. Mereka dapat belajar banyak tentang dunia. Anda dapat mengajari anak-anak tentang sejarah, geografi, dan keragaman budaya, tradisi, dan adat istiadat. Bagaimana perjalanan keluarga Anda dapat memicu rasa ingin tahu dan percakapan.

Membuat pemikiran belajar adalah hal yang penting

Meskipun mereka tampak biasa-biasa saja, kegiatan sehari-hari dapat membuka pintu bagi pelajaran baru yang menarik. Misalnya, memanggang sejumlah cookie dapat mengilustrasikan aplikasi praktis matematika, sains, dan nutrisi,menghadiri pertandingan bisbol Little League dapat mengilustrasikan statistik, sejarah, dan kerja tim. Anda bisa menanamkan sebuah pemikiran belajar merupakan hal yang penting dan anak anda harus belajar setiap hari walaupun itu dengan hal-hal yang sepele.

Memberikan pelajaran budaya

Pelajaran budaya juga sangat penting bagi anak-anak usia dini. Anda bisa mengajari  anak-anak Anda ke sebanyak mungkin sorotan artistik dan sosial. Museum, kebun binatang, situs bersejarah, dan acara budaya seperti drama, opera, balet, dan konser adalah cara hebat untuk mengajar dan menghibur anak-anak. Seringkali, anak-anak akan menemukan petualangan ini lebih menyenangkan daripada duduk di meja di sekolah. Plus, mereka dapat memperluas wawasan mereka dan mungkin membangkitkan minat, hobi, dan gairah seumur hidup.

Ambil Setiap Kesempatan untuk menjawab dengan “kenapa?”

Bahkan saat-saat yang paling biasa-biasa saja dapat menjadi peristiwa yang bisa diajar, peristiwa penting. Mendampingi Ibu atau Ayah ke kantor dapat memicu percakapan tentang perdagangan dan industri. Melihat langit malam dapat mengilhami pertanyaan tentang benda-benda langit di alam semesta yang luas. Carilah kesempatan sehari-hari untuk belajar sebagai sebuah keluarga – dan ingatlah untuk merangkul keingintahuan dan keajaiban alami anak-anak Anda.

Penggunaan Tekhnologi dengan bijak

Teknologi adalah bagian integral dari dunia modern saat ini dan perbaikan sedang dilakukan setiap hari. Ini berarti bahwa anak-anak Anda memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dan memuaskan rasa ingin tahu mereka secara cepat dan mudah. Dorong anak-anak Anda untuk mencari di web untuk jawaban atas pertanyaan mereka atau menonton video-video yang bisa dipercaya atau berita yang kredibel. Pastikan untuk menjelaskan pentingnya memfilter informasi sehingga akurat, terkini, dan memiliki reputasi. Juga pastikan untuk memantau kegiatan anak-anak Anda untuk menjaga mereka tetap pintar dan aman.

Meskipun banyak teori yang ada mengenai tahap pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu teori yang paling dihormati dan berpengaruh adalah psikolog pada abad ke 20 yaitu Erik Erikson. Berfokus terutama pada aspek perkembangan psikososial, Erikson mengembangkan teori komprehensif yang menguraikan perubahan dan pertumbuhan di seluruh rentang kehidupan manusia. Teorinya mengidentifikasi lima tahap perkembangan selama masa anak-anak, serta tiga tahap perkembangan selama masa dewasa.

Meskipun otoritas yang berbeda menekankan sejumlah tahap perkembangan yang berbeda, Menurut sebuah penelitian perkembangan anak mengacu pada kemampuan anak untuk belajar dan menguasai keterampilan yang disebut tonggak saat ia semakin tua. Tonggak sejarah dalam perkembangan anak adalah keterampilan yang dipelajari seorang anak pada tahap perkembangan tertentu. Akuisisi tonggak terjadi dalam urutan tertentu di bidang fisik, emosional, dan kemampuan mental. Seorang anak lulus dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya setelah mencapai tonggak tertentu. Misalnya, seorang anak belajar merangkak sebelum berjalan dan berlari. Adapun tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai berikut.

Ketika baru lahir dan pada masa bayi

Tahap pertama pertumbuhan dan perkembangan membentang sejak lahir hingga sekitar 18 atau 24 bulan. Selama periode perkembangan ini, anak-anak terutama akan belajar melalui persepsi indra mereka dan pengalaman visual dan sentuhan mereka tentang dunia di sekitar mereka. Bayi juga, selama tahap ini, mengembangkan keterampilan motorik mereka dan belajar tentang sebab dan akibat dari tindakan mereka. Hubungan paling penting anak selama periode ini adalah dengan pengasuh ibu atau perawat utama. Menurut sebuah penelitian kemampuan seseorang untuk percaya bahwa dunia dapat dipercaya berakar pada pengalaman perawatan yang konsisten dan penuh kasih selama masa bayi.

Anak usia dini

Tahap kedua pertumbuhan dan perkembangan mencakup dari 18 bulan hingga 3 tahun. Selama masa kanak-kanak dari sebuah penelitian menjelaskan bahwa untuk mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri. Artinya, anak-anak muda akan mulai menegaskan kemandirian mereka, menyatakan membuat pilihan lain secara mandiri. Hubungan paling penting anak selama periode perkembangan ini adalah dengan orang tuanya atau pengasuh utama. Sebuah penelitian memilki teori bahwa seseorang mengembangkan kualitas pengendalian diri dan otonomi selama masa kanak-kanak.

Tahap masa bermain

Selama tahap ketiga pertumbuhan dan perkembangan, yang terjadi antara 3 dan 5 tahun, kebanyakan anak mulai bersekolah dan mengalami peningkatan interaksi dengan dunia di luar rumah mereka. Dalam usia bermain, anak-anak menjadi semakin ingin tahu tentang dunia sekitarnya dan sering ingin meniru orang dewasa dan panutan yang lebih tua dalam hidup mereka. Hubungan yang paling signifikan dari periode perkembangan ini adalah hubungan dengan keluarga inti anak-anak.

Tahap pendidikan

Tahap keempat pertumbuhan dan perkembangan mencakup di mana saja dari 6 hingga 12 tahun, ketika anak-anak bergerak di masa kecil tengah dan memasuki masa remaja awal. Selama periode perkembangan ini, anak-anak akan sangat terlibat dalam pembelajaran dan eksplorasi, dengan fokus pada penguasaan keterampilan baru dan memperluas pengetahuan mereka. Teman-teman sekolah dan teman-teman lingkungan menjadi pengaruh yang lebih kuat selama usia sekolah, sementara orang tua dan keluarga inti tetap penting juga

Memasuki masa remaja atau dewasa

Pada tahap kelima pertumbuhan dan perkembangan, yang berlangsung dari sekitar 12 hingga 18 tahun, anak-anak bergerak ke tahap yang unik di mana mereka mengalami peningkatan pilihan dan kebebasan. Selama periode perkembangan ini, juga dikenal sebagai masa remaja, orang muda akan mencurahkan lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi berbagai peran, jalur, dan pilihan dalam kehidupan mereka, seperti yang kejuruan dan romantis. Hubungan yang paling signifikan, sepanjang tahap ini, paling sering dengan anggota kelompok sebaya.

Salah satu hal terakhir yang berkembang pada seorang anak dari sudut pandang mental atau emosional adalah rentang perhatian mereka. Semakin muda anak, semakin sedikit waktu yang mereka mampu mengingat, memfokuskan dan berkonsentrasi pada apa yang mereka lakukan. Karena itu, Anda para orangtua harus mampu memusatkan upaya Anda untuk meningkatkan konsentrasi anak.  Sehingga ketika Anda berpikir anak Anda yang sudah cukup besar akan mengabaikan atau tidak menghormati Anda karena dia tidak mengambil mainannya ketika Anda berdua pulang.

Kemampuan anak Anda untuk berkonsentrasi dapat dimaksimalkan sejauh kemampuan mental mereka tumbuh dan berkembang , tetapi untuk mencoba mendapatkan lebih, banyak dari mereka menganggap bahwa apapun yang mereka lakukan akan menimbulkan sebuah kesalahan. Hal ini bisa saja menciptakan stres, frustrasi dan perasaan gagal dan harga diri rendah pada seorang anak. Tidak mampu berkonsentrasi pada harapan Anda berulang kali membuat anak merasa seolah ada yang salah dengan mereka. Lalu bagaimana cara agar bisa meningkatkan fokus pada anak dalam semua bidang? Simak tips di bawah ini.

Melakukan pendinginan sebentar

Hal pertama yang bisa dilakukan ketika akan membuat anak untuk dapat fous yaitu dengan memindahkan tubuh dan memotivasi otak. Cobalah mengajak anak Anda berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, bermain di luar sepulang sekolah, melakukan pekerjaan di rumah, atau bermain di tim olahraga. Pastikan anak Anda memiliki kesempatan untuk berlari, berjalan, atau melompat-lompat sebelum duduk untuk mengerjakan PR.

Matikan layar dan ponsel

Sebelum anak Anda mengerjakan pekerjaan rumah atau melakukan apa pun yang membutuhkan konsentrasi anda perlu mematikan televisi atau segala sesuatu yang dapat mengganggu konsentrasi anak. Atau jika orang lain menontonnya, pastikan anak Anda cukup jauh sehingga dia tidak dapat terganggu olehnya. Selain itu, matikan atau pindahkan dia dari komputer, dan jika anak Anda memiliki ponsel, pastikan juga tidak aktif.

Buat daftar atau jadwal yang harus dilakukan

Memiliki banyak tugas dan pekerjaan rumah bisa sangat besar untuk anak-anak. Bantu anak Anda fokus untuk menyelesaikan sesuatu dengan membuat daftar bersama dari semua hal yang perlu dilakukan untuk hari atau minggu. Kemudian biarkan dia mencoret setiap tugas saat dia menyelesaikannya.

Jangan mengganggu anak ketika sedang melakukan pekerjaan mereka

Cobalah untuk menghindari percakapan saat anak Anda bekerja. Untuk memotong pembicaraan yang mengganggu sama sekali, Anda dan anak Anda bahkan dapat muncul dengan beberapa sinyal dasar atauu bisa dengan menggunakan bahasa isyarat. Misalnya, ketika Anda menunjuk ke karyanya, itu berarti dia harus kembali ke apa yang dia lakukan. Atau ketika Anda mengangkat tangan, itu artinya dia harus menghentikan apa yang dia lakukan dan mulai bekerja. Untuk beberapa anak, ada baiknya untuk meletakkan tangan di bahu mereka untuk membawa mereka kembali ke fokus.

Dengan mengambil nafas

Sewaktu mengerjakan PR, pastikan anak Anda beristirahat sejenak. Setelah bekerja selama 10 atau 20 menit dan tentunya hal ini tergantung pada usia mereka dan minta dia bangkit dan bergerak, minum, dan kemudian kembali bekerja. Tetapi jangan biarkan dia terlibat dalam hal lain selama istirahat. Hanya membuat waktu santai beberapa menit.

Itulah beberapa cara yang dapat membuat anak menjadi fokus dalam melakukan kegiatan mereka. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda bisa mengajarkan oada anak anda untuk melakukan kegiatan tersebut sebelum melakukan kegiatan mereka. Selamat mencoba!

 

 

Hiperaktif merupakan salah satu gangguan negatif yang dapat berakibat negatif bagi anak. Hiperaktif atau yang bisa disebut dengan Attention Deficit Disorder gangguan ini bisa menyebabkan berbagai dampak negatif bagi anak seperti contohnya kurangnya konsentrasi pada anak, terlalu semaunya sendiri dan tidak bisa diatur. Salah satu penyebab yang bisa menjadikan anak menjadi anak hiperaktif adalah faktor keturunan. Sebagian besar anak yang mengalami masalah gangguan hiperaktif ini memiliki keturunan dari salah satu anggota keluarganya yang pada waktu kecil mengalami gangguan hiperaktif. Penyebab lainnya juga bisa menimbulkan adanya terkena gangguan hiperaktif seperti pada saat masa kehamilan ibu mengonsumsi obat-obatan adiktif . Lalu bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif? Simak penjelasan berikut.

Melakukan kegiatan positif

Anak yang hiperaktif cenderung memiliki energi yang lebih dan tidak mengenal lelah.  Untuk mengalihkan hal tersebut anda bisa mengarahkan mereka pada kegiatan positif yang bisa menampung energi mereka seperti contohnya menggambar, menulis dan kegiatan positif lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk membantu menstimulasi otak anak dan membantu perkembangan otaka anak agar bekerja dan berkembang dengan sempurna maka gangguan hiperaktif pada anak akan berkurang. Orangtua bisa mengajarkan hal atau kegiatan positif lainnya seperti olahraga agar perkembangannya berjalan dengan baik.

Membuat peraturan dengan mengadakan penghargaan dan hukuman

Membuat sebuah peraturan merpakan salah satu cara yang terkadang bisa menjadi sangat mudah atau bisa juga menjadi sangat susah. Tergantung dengan kondisi dan situasi anak apakah mau menaati peraturan yang anda buat atau tidak. Agar peraturan yang anda dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh anak anda, maka anda bisa melakukan sistem penghargaan dan hukuman. Apabila anak anda melakukan peraturan yang anda buat maka anda perlu memberikan mereka sebuah hadiah atas kepatuhan yang mereka dapatkan. Namun apabila mereka sering melanggar peraturan yang anda buat maka anda perlu memberikan hukuman agar mereka tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran yang mereka buat.

Membantu untuk melakukan relaksasi

Ketika anda mulai merasa bosan atau mulai tidak bisa untuk dikendalikan dan susah diatur orangtua bisa mengajarkan kepada mereka menarik nafas atau melakukan relaksasi. Bantu mereka untuk dapat melakukan relaksasi dengan cara menuntun mereka untuk menarik nafas dan membuangnya ketika mereka sedang tidak bisa mengendalikan emosi mereka dan sedang merasa bosan.

Melatih dalam bersosialisasi

Agar dapat melatih kemampuan sosialisasi anak, anda bisa membawa anak ke lingkungan yang mampu membuat anak anda untuk bersosialisasi. Anda bisa mengajarkan anak untuk peduli terhadap lingkungannya, berinteraksi dan memperhatikan orang lain. Libatkan anak-anak dalam suatu kelompok belajar untuk bisa menumbuhkan kesadaran kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

Meminimalkan hal atau benda yang dapat mengakibatkan gangguan bertambah buruk

Karena anak yang mengalami gangguan hiperaktif sulit mendapatkan konsentrasi maka para orangtua perlu menjauhkan hal atau benda yang dapat mengganggu atau merusak konsentrasi mereka. Selain itu anda juga harus menjauhkan barang-barang yang dapat membuat mereka celaka karena mereka memiliki tingkah yang susah untuk diatur dan tidak bisa diam takutnya akan mengakibatkan mereka celaka.

Apabila anda masih ragu atau membutuhkan konsultasi anda bisa mengunjungi seorang psikiater untuk mendapatkan beberapa diskusi yang nantinya akan membantu anda untuk dapat memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhan otak anak yang mengalami gangguan hiperaktif.

 

Mengetahui setiap tumbuh kembang anak merupakan sebuah kewajiban bagi orangtua. Setiap perkembangan dan pertumbuhan yang didapatkan perlu diketahui secara jelas oleh orangtua. Apabila orangtua tidak memperhatikan setiap tumbuh kembang yang didapatkan oleh anak maka bisa saja anak mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya seperti contohnya gejala autisme. Sudahkah anda mengetahui apa sebenarnya autisme itu?   Autisme merupakan salah satu gangguan kemampuan sosial yang dimana penderitanya memiliki gangguan berinteraksi dengan orang lain dan berbeda pada interaksi orang lain pada umumnya. Autisme merupakan salah satu kelainan pada sosialisasi, komunikasi dan juga perilaku. Untuk dapat memastikan autisme tidak mudah karena tidak ada pemeriksaan yang dapat membantu seperti tes darah untuk mempastikan apakah benar mengalami autisme. Untuk dapat memastikan autisme dapat berdasarkan observasi terhadap perilaku dan tumbuh kembang yang dialami oleh anak tersebut.

Autisme dapat diketahui sendiri sejak anak berusia 18 bulan atau bisa juga pada usia lebih awal. Namun berdasarkan penelitian dari para ahli pada umur 2 tahunlah baru dapat memastikan apakah anak tersebut benar mengalami gangguan autisme atau tidak. Namun hal yang sangat disayangkan adalah anak yang benar menderita gangguan autisme baru diketahui dan dipastikan setelah berusia lebih dewasa daripada gejala yang dialami.

Apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami gangguan autisme?

Faktor genetik

Telah ditemukan bukti yang menyatakan perubahan dalam gen bisa juga mempengaruhi dapat terjadinya autisme. Gen autisme juga dapat bervariasi pada setiap orang. Karena variasi tersebut menjadi sulit untuk menyimpulkan gen autis seseorang sama dengan yang lain. Autisme mungkin diturunkan tapi tidak pada keturunan karena adanya mutasi yang  menyebabkan autisme tidak tampak pada gen keturunan. Walaupun faktor genetika banyak menjadi dan  menyebabkan adanya autisme tetapi hal tersebut tidak bisa menjelaskan semuanya.

Faktor kondisi sebelum lahir

Faktor penyebab terjadinya autisme bisa juga dari kondisi sebelumlahir, dimana kondisi ini kondisi yang dapat berpengaruh seperti kondisi orangtua yang memiliki usia terlalu tua untuk hamil dan melahirkan, kemudian sering terjadinya pendarahan bagi ibu, serta penggunaan obat oleh ibu selama masa kehamilan. Hal-hal tersebut juga bisa menjadi faktor terjadinya gangguan autisme pada anak.

Faktor proses infeksi

Infeksi bukan hanya bsa terjadi ketika bayi sudah dilahirkan, namun ketika bayi belum dilahirkan bisa menjadikan autisme dari non genetika. Adanya infeksi virus seperti rubella atau cytomegalovirus sebelum kelahiran dapat mengaktifkan sistem imun yang ada di tubuh ibu dan bisa meningkatkan risiko terkena autisme. Infeksi yang berhubungan dengan kekebalan tubuh pada awal kehamilan bisa berdampak pada perkembangan neural daripaa infeksi di akhir kehamilan, tidak hanya untuk autisme saja tetapi juga pada gangguan psikiateristik.

Bagaimana cara mengatasi anak autisme?

Anak yang terkena gangguan autisme memang sulit untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungan mereka. Salah satu cara untuk dapat mengatasi anak yang terkena gangguan autisme adalah dengan melakukan terapi. Mulai dari terapi perilaku, terapi komunikasi, terapi obat, atau bisa juga dengan terapi dengan pengobatan alternatif. Untuk melakukan terapi perilaku dan komunikasi bisa  berupa mendorong perilaku positif dan melarang dengan perilaku negatif dengan cara memberikan penghargaan ketika melakukan perilaku positif dan memberikan hukuman untuk perilaku negatif. Untuk terapi obat diberikan lebih kepada memberikan obat untuk mengendalikan gejala-gejala autisme yang dapat berakibat negatif. Sedangkan untuk terapi pengobatan alternatif ini sebenarnya tidak disarankan oleh dokter, namun kepercayaan orangtua yang ingin anaknya sembuh akan menggunakan cara ini.

 

Dari sekian banyaknya orangtua tidak sedikit dari mereka yang terkadang mengeluh karena anak mereka memiliki banya tingkah dan tidak bisa diam. Dimulai dari mereka bangun sampai mereka akan pergi tidur ada saja tingkah dan kelakuan mereka yang terkadang membuat para orangtua lelah melihatnya. Memiliki tingkah laku yang selalu aktif dan tidak bisa diam merupakan suatu hal yang wajar bagi anak-anak. Karena pada masa anak-anak mereka belajar mengenal lingkungan di sekitar mereka dengan melakukan berbagai kegiatan. Namun ada beberapa anak yang gerakan aktivitasnya melebihi anak lainnya, sulit untuk diatur, nakal dan tidak bisa diam dan suka sekali untuk membuat keributan. Apabila sudah memiliki kelakukan seperti ini tidak banyak orangtua yang menganggap anaknya adalah anak ang hiperaktif.

Setiap anak memilliki karakteristik dan kepribadian sendiri yang tentunya setiap anak berbeda. Dengan adanya perbedaan tersebut para orangtua tentunya harus bisa membedakan mana anak yang hanya memiliki kelakuan aktif atau benar-benar anak hiperaktif. Apakah anda mengetahui bagaimana anak yang  memang aktif dan mana yang memang hiperaktif?

Apa dan bagaimana anak yang aktif?

Sudahkah anda mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan anak aktif? Anak aktif adalah anak yang memiliki kelebihan pada energi dan memiliki aktivitas bergerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lainnya dan mereka memiliki otak yang normal dan sama dengan anak lainnya. Apa saja ciri-ciri anak yang aktif?

Anak yang aktif tidak sulit untuk mendapatkan fokus. Apabila sedang melakukan aktifitas atau sedang melakukan permainan anak akan mudah untuk berkonsentrasi dan fokus kepada apa yang mereka lakukan. Mereka akan menyelesaikan kegiatan mereka dengan baik dan tenang.

Meskipun mereka memiliki kelakuan yang aktif namun anak yang aktif juga bisa memiliki rasa lelah dan ketika mereka merasa lelah mereka akan beristirahat. Dan biasanya anak yang aktif memiliki sifat yang penurut dan mau berbagi dengan yang lainnya. Selain itu anak yang aktif biasanya memiliki kesabaran dan tidak suka menganggu orang lain dan mereka cenderung bisa bermain dengan tenang dan apabila merek aberbicara suaranya juga tidak keras.

Lalu, apa dan bagaimana dengan anak yang hiperaktif?

Setelah mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan anak aktif, sekarang anda akan mengetahui apa yang sebenarnya anak hiperaktif dan bagaimana dengan ciri-ciri yang ada pada anak hiperaktif? Anak hiperaktif merupakan anak yang  memiliki gangguan pada tingkah laku mereka yang disebabkan oleh perkembangan otak mereka yang tidak normal. Hiperaktif juga dikenal dengan nama Attentio Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD). Penyebab lain dari gangguan ini adalah kepala pernah mengalami  benturan dengan keras, gagar otak, pengaruh lingkungan, dan gen keturunan dari anak tersebut. Anak akan memiliki perilaku yang sangat aktif dan bahkan melewati batas kewajaran mereka tidak mampu mengontrol emosi dan gerakan mereka. Lalu bagaimana dengan ciri-ciri anak yang hiperaktif?

Ciri pertama anak yang memiliki perilaku hiperaktif adalah anak sulit untuk mendapatkan fokus dan sulit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Anak yang memiliki perilaku hiperaktif tidak bisa berkonsentrasi dan cepat merasa bosan dalam melakukan suatu kegiatan. Mereka juga tidak memiliki rasa lelah dan melakukan kegiatan yang tidak memiliki tujuan. Selalu saja ada suatu hal yang membuatnya bergerak dan tidak bisa diam. Mereka juga tidak mau menurut apabila diberikan peringatan, mereka akan memberontak, menentang dan semaunya sendiri.  Mereka juga selalu akan berbuat jahil dan mengusili oranglain yang ada disekitar mereka.

 

Funny preschool aged boy fooling in classroom; Shutterstock ID 109983830; PO: TODAY.com

 

Semua anak tentunya memiliki kriteria dan karakteristik masing-masing. Ada anak yang pendiam dan pemalu, ada anak yang mudah berbaur dengan lingkungannya, ada juga yang yang nakal dan tidak mau diatur. Terkadang hal tersebut membuat orangtua merasa jengkel dan akan melakukan tindakan kekerasan kepada anaknya. Dengan melakukan kekekerasan kepada anak ketika mereka melakukan kenakalan atau melanggar sebuah peraturan yang anda buat bisa saja tidak akan membuat anak anda menjadi kapok, bisa saja di kesempatan berikutnya mereka melanggarnya kembali. Anda juga sebagai orangtua tidak bisa hanya marah-marah kepada anak anda. Lalu bagaimana cara mengatasi anak nakal yang baik dan bisa diperhatikan oleh anak anda? Simak caranya di bawah ini:

Cara mengatasi anak nakal:

Cara yang pertama:

anda bisa melakukan pendekatan kepada anak. Ketika anak anda sedang rewel, nakal atau tidak bisa diatur jangan langsung memarahinya dan jangan merespon dengan sikap yang emosional. Karena cara tersebut tidak akan menyelesaikan masalah anak anda justru anak akan semakin rewel dan bandel. Apabila anak sudah bertambah rewel dan bandel maka anda akan menjadi kerepotan sendiri.

Jika anda tidak ingin hal itu terjadi maka, anda perlu melakukan pendekatan dengan pelan-pelan. Berbicara dengan lemah lembut kepda anak. Jika anda membiasakan berbicara kepada anak dengan bahasa yang baik, lemah lembut dan tanpa emosi pasti anak akan mau menuruti kata-kata anda.

Cara yang kedua:

Menunjukkan tekat yang kuat dan konsisten kepada peraturan yang dibuat untuk menjadikan anak anda disiplin. Selain diperlukan sebuah konsisten dalam mendidik anak, orangtua juga memerlukan sebuah tekat yang kuat untuk bisa menghadapi dna mendidik seorang anak yang nakal.  Apabila anak sedang bertengkar dan anda sulit untuk menghentikannya dan melerainya maka yang para orangtua butuhkan adalah sebuah tekat yang kuat. Tekat yang kuat perlu dimiliki oleh para orangtua karena apabila anda para orangtua tidak memiliki tekat yang kuat untuk melerai dan memberhentikan pertengkaran anak anda maka anak anda tidak akan berhenti. Dengan tekat itu juga anda bisa mendidik anak anda dan menjauhkan mereka dari hal-hal dan pengaruh yang buruk bagi mereka.

Cara yang ketiga:

Membuat peraturan khusus untuk anak anda merupakan salah satu cara yang bisa menjadikan anak anda disiplin dan patuh kepada anda. Ketika anda membuat peraturan anda juga harus membuat sebuah hukuman atau konsekuensi yang akan diterima apabila anak anda melanggarnya supaya anak anda tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang anda buat. Semakin sabar anda menghadapi anak anda maka mereka juga akan semakin mudah untuk anda atur dan anda disiplinkan. Anda juga bisa memberikan sebuah reward atau sebuah hadiah apabila anak anda mampu menjalani dan tidak melanggar aturan yang anda buat.

Cara yang keempat:

Jangan terlalu memanjakan anak dan menuruti segala kemauan mereka. Memanjakan anak dan menuruti segala kemauan mereka merupakan salah satu cara mendiik yang salah dan akan memiliki pengaruh buruk bagi anak anda. Hal tersebut akan berkibat anak anda akan menjadi terbiasa dengan sesuatu yang mudah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Oleh karena bagi anda para orangtua jangan pernah memanjakan anak anda dan menuruti segala kemauan mereka dengan mudah, karena akan membentuk karakter malas dan tidak mau berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Ketika bayi sudah menginjak usia ke sepuluh bulan maka para ibu akan merasakan rasa kecemasan yang lebih dikarenakan bayi akan melakukan gerakan yang lebih aktif. Setelah mengamati perkembangan bayi anda daari usia satu bulan sampai ke sembilan bulan maka ibu juga harus lebih memperhatikan dan mengawasi bayi ketika menginjak usia yang bertambah matang dan bayi tentunya akan memilliki gerakan dan aktifitas yang baru sesuai dengan tumbuh kembangnya. Bayi yang berusia sepuluh bulan ini akan menunjukkan beberapa perkembangannya. Mau tau apa saja? Simak perkembangannya di bawah ini:

Perkembangan dan pertumbuhan motorik pada bayi berusia sepuluh bulan

Bayi yang berusia sepuluh bulan sudah bisa bergerak lebih banyak dan akan memiliki banyak tingkah dan mereka akan sulit untuk diam. Mereka akan bergerak ke semua arah dan termasuk menjelajahi seluruh isi rumah atau pada sesuatu yang membuat mereka penasaran. Mereka juga sudah memiliki gerak lincah yang lebih bak seperti ketika mereka akan berdiri dan akan jongkok mereka sudah bisa melakukannya dengan sendiri tanpa dibantu oleh orangtua, namun para orangtua tentunya perlu tetap mengawasi segala gerak gerik bayi mereka.

Tidak hanya itu saja perkembangan yang didapatkan ketika bayi anda berusia sepuluh bulan.  Bayi anda akan belajar belajar berjalan sedikit demi sedikit dengan sendirinya. Meskipun demikian bayi juga akan mencari pegangan apabila mereka merasa akan terjatuh dan tidak bisa berdiri. Kemampuan koordinasi syaraf dan otot bayi juga sudah berkembang dengan baik. Mereka juga sudah bisa mengambil benda-benda yang kecil. Jadi para orangtua juga harus waspada terhadap apapun barang yang dipegang oleh bayi.

Perkembangan emosi bayi berusia sepuluh bulan

Ketika usianya memasuki sepuluh bulan bayi anad sudah bisa menunjukkan rasa cemas yang berlebihan apabila mereka  bertemu dengan orang asing atau akan berpisah dengan orang tua mereka. Untuk mengatasi hal  seperti ini maka orang tua bisa mengajak bayi untuk melakuakan  sosialisasi terhadap lingkungan yang ada di sekitanya  dengan cara yang lembut dan orangtua bis mencoba dengan  sesekali meninggalkan bayi sendirian dengan orang lain di keluarga. Ketika Anda melihat bayi menangis maka anda bisa memeluk bayi anda atau menenangkan bayi anda agar mereka kembali tenang. Hal ini bisa bertujuan untuk melindungi bayi dari rasa trauma ketika bayi merasa takut dan tidak nyaman.

Dalam usia ini juga bayi anda sudah bisa mengembangkan berbagai imajinasi untuk merangsang perkembangan emosi pada bayi. Untuk membantu bayi dalam perkembangan imajinasinya maka anda bisa sesekali memberikan permainan boneka yang bisa berbicara. Atau anda juga bisa mulai mengenalkan berbagai jenis gambar berisi binatang atau berbagai benda lain untuk apat membantu  mengembangkan imajinasi bayi anda.

Dengan perkembangan dan pertumbuhan yang sudah didapatkan pada bayi anda juga harus mengimbanginya dengan melakukan berbagai pembelajaran dan pendidikan yang dapat membantu untuk memaksimalkan tumbuh kembang pada bayi. Anda juga bisa melakukan berbagai cara untuk dapat mendidik dan melakukan berbagai komunikasi agar bay anda bisa memahami dan mentaati apa yang anda ajarkan dan mereka juga bisa menerapkannya dalam berkelakuan sehari-hari. Melakukan cara tersebut dalam mendidik dan merangsang tumbuh kembang anak diperlukan agar perkembangan anak anda dapat didapatkan dengan maksimal dan bayi anda juga bisa menjadi lebih cerdas daripada usianya. Selamat mencoba para orangtua!

Dengan memasuki usia yang hampir menginjak satu tahun bayi anda akan terlihat semakin banyak menunjukkan perubahan dan perkembangannya. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sudah didapatkan menjadikan bayi anda sudah semakin mandiri dan semakin besar. Sehingga mereka bisa melakukan segala hal yang mereka inginkan. Namun dengan hal tersebut tentunya anda tidak boleh langsung melepaskan segala perhatian dan pengawasan. Anda tetap harus mengawasi dan memperhatikan tumbuh kembang anak anda karena semakin bertambah usia mereka semakin besar rasa penasaran mereka untuk mengetahui dan mencoba berbagai hal baru yang mereka inginkan.

Perkembangan pada motorik

Bertambahnya usia pada bayi akan menambah perkembangan gerak pada bayi. Pada usia sembilan bulan ini bayi anda membutuhkan banyak ruang untuk bergerak dikarenakan mereka akan lebih bergerak aktif daripada sebelumnya, seperti contohnya:

Bergerak aktif dan bisa mengeluarkan mainannya dari dalam kotak. Bayi yang sudah memiliki usia sembilann bulan akan lebih melakukan banyak gerakan. Mereka senang memindahkan barang  ke tempat lainnya. Anda juga bisa mengajak bayi anda untuk bermain bersama seperti emberikannya mainan lalu kemudian menyuruhnya untuk mengembalikannya lagi kepada anda.

Selain itu, mereka akan belajar berdiri sendiri dengan berpegangan pada benda yang mereka kira aman untuk dijadikan pegangan. Mereka juga akan belajar untuk menekuk lututnya pada setiap mereka berdiri dan duduk. Mereka juga sudah bisa menunjuk sesuatu dengan menggerakkan jaari mereka. Kemudian gerak perubahan bayi yang sudah memiliki usia sembilan bulan ini akan lebih cepat daripada sebelumnya. Mereka bisa berpindah posisi dari merangkak ke posisi duduk dengan  cepat. Pada usia sembulan bulan ini bayi sudah bisa duduk tanpa perlu dengan bantuan oragtua mereka.

Kemampuan untuk berkomunikasi bertambah

Pada perkembangan berbicara dan memahami serta merespon pembicaraan orang dengan mengucapkan beberapa kata meskipun belum dengan benar cara pembicaraanya. Mereka juga sudah bisa memahami larangan para orangtua mereka. Anda juga sudah bisa melatih mereka agar mereka disiplin kepada peraturan. Anda bisa memulai dengan menggunakan larangan kepada hal yang sepele seperti jangan membuang sampah pada sembarang tempat dan larangan lainnya yang bisa anda terapkan. Bukan hanya itu saja mereka juga sudah bisa mengucapkan kata-kata yang lebih panjang daripada sebelumnya yang hanya bisa untuk mengucapkan beberapa kata.

Perkembangan kognitifnya juga ikut bertambah

Tidak hanya tingkah laku pada bayi yang ikut berkembang ingatan pada bayi juga ikut berkembang karena pada saat usia sembilan ini si bayi akan mudah merasa bosan dengan sesuatu yang begitu saja. Mereka akan mencari hal yang baru dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Mereka juga akan mulai menangis apabila tidak menemukan atau mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dengan terus berkembangnya usia bayi anda ada hal yang perlu diperhatikan seperti mereka akan sadar apabila sesuatu barang menjadi miliknya, mereka akan marah atau bahkan menangis ketika barang yang menjadi milik mereka diambil orang lain. Selain itu bayi juga sudah bisa menirukan hal-hal yang mereka lihat. Jadi para orangtua juga harus memperhatikan dan terus mengawasi apa saja tontonan yang layak diberikan kepada bayi. Selain itu juga para orangtua juga harus bisa menunjukkan sikap-sikap yang baik yang bisa dicontoh oleh bayi sehingga mereka tidak menirukan perlakuan yang jelek dan tidak pantas.